- MTSN 7 KUNINGAN BERI PENDAMPINGAN MAKSIMAL PADA PROSES SPMB 2026
- MTSN 7 KUNINGAN CETAK 27 PRAMUKA GARUDA PADA GEBYAR PRAMUKA KUNINGAN 2026
- BANGGAKAN MADRASAH, SEMBILAN SISWA MTSN 7 KUNINGAN LOLOS KE SEKOLAH MANUSIA UNGGUL
- SISWI MTSN 7 KUNINGAN IKUTI OUTING CLASS LITERASI BUDAYA DAN EDUKASI PEREMPUAN DI BEEK
- MTSN 7 KUNINGAN TETAPKAN EMPAT WAKAMAD PERIODE 2026–2028 MELALUI PEMILIHAN DEMOKRATIS
- MTSN 7 KUNINGAN BERIKAN APRESIASI KEPADA SISWA BERPRESTASI JELANG PEMBAGIAN RAPOR
- MTSN 7 KUNINGAN GELAR SERAH TERIMA JABATAN DAN PENYEMATAN ANGGOTA BARU PMR MADYA
- PENGURUS PERPUSTAKAAN MTSN 7 KUNINGAN KUNJUNGI PERPUSDA UNTUK PERKUAT BUDAYA LITERASI
- SISWA MTSN 7 KUNINGAN BELAJAR PROSES MAKAN BERGIZI GRATIS MELALUI OUTING CLASS DI SPPG DAPOER CIREMA
- 27 SISWA MTSN 7 KUNINGAN BERJUANG RAIH PREDIKAT PRAMUKA GARUDA
MTSN 7 KUNINGAN GELAR SOSIALISASI P3LP BERSAMA PUSKESMAS JALAKSANA

Jalaksana (KEMENAG) MTsN 7 Kuningan bekerja sama dengan UPT Puskesmas Jalaksana menggelar sosialisasi Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) pada Selasa (12/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan MTsN 7 Kuningan tersebut diikuti oleh 46 siswa kelas VII dan VIII yang dipilih melalui pengisian tautan data dari pihak puskesmas.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya kesehatan mental sekaligus membekali mereka dengan keterampilan dasar dalam mengenali dan merespons kondisi psikologis teman sebaya yang mengalami tekanan emosional atau trauma ringan.
Plt. Kepala MTsN 7 Kuningan, Kosasih, menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai kesehatan mental siswa perlu mendapat perhatian serius. “Kesehatan mental anak-anak saat ini sangat penting untuk diperhatikan. Dengan adanya sosialisasi P3LP ini, siswa dan guru menjadi lebih paham bagaimana memberikan pertolongan pertama pada luka psikologis,” ujarnya.
Pembina PMR MTsN 7 Kuningan, Rezki Handani, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan peran PMR dalam bidang kemanusiaan. “Selama ini PMR lebih fokus pada pertolongan fisik. Kini siswa belajar bahwa luka psikologis juga perlu ditangani dengan baik,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan tim kesehatan dari UPT Puskesmas Jalaksana, Anto, berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut di lingkungan sekolah. “Mudah-mudahan setelah sosialisasi ini muncul agen-agen kesehatan jiwa di sekolah yang mampu menjadi pendengar yang baik dan membantu teman yang mengalami kesulitan psikologis,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui simulasi sederhana dan diskusi kasus. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Kontributor: Intan Darmayanti



