- MTSN 7 KUNINGAN DAN AL MULTAZAM EVALUASI PROGRAM TAHFIDZ MELALUI FGD
- MTSN 7 KUNINGAN DAN PONPES PHIN NUUR AL-MADANY EVALUASI PROGRAM TAHSIN MELALUI FGD
- MTSN 7 KUNINGAN GELAR LOMBA HUT RI KE-81, SISWA DAN GURU ADU KETANGKASAN
- MTSN 7 KUNINGAN RAIH JUARA 2 RAMPAK PADA KUNINGAN MENARI 2026
- PRAMUKA MTSN 7 KUNINGAN RAIH 15 PIALA DAN DUA GELAR JUARA UMUM DI SCORPION VI 2026
- DUA SISWA MTSN 7 KUNINGAN RAIH JUARA MHQ TINGKAT SMP/MTS
- MTSN 7 KUNINGAN PERINGATI HARI PRAMUKA KE-65
- DUA SISWA MTSN 7 KUNINGAN IKUT JAMNAS XII, WAKILI KONTINGEN KABUPATEN
- PMR MTSN 7 KUNINGAN UKIR PRESTASI GANDA PADA KOMPETISI KEPALANGMERAHAN WILAYAH III CIREBON
- LUAR BIASA! PRAMUKA MTSN 7 KUNINGAN DOMINASI KSA 2026 DENGAN RAIHAN JUARA UMUM
REHAB GEDUNG TAK HALANGI PRESTASI, SISWA MTSN 7 KUNINGAN IKUTI TKA DI MAN 1 KUNINGAN

Jalaksana (KEMENAG) Di tengah proses rehabilitasi dan renovasi madrasah melalui program PHTC Jawa Barat 9, MTsN 7 Kuningan tetap sukses menggelar Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas IX pada Rabu dan Kamis (15–16/4/2026). Uniknya, pelaksanaan ujian tahun ini digelar di MAN 1 Kuningan sebagai solusi atas keterbatasan ruang belajar akibat pembangunan.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kuningan, Atep Baharudin. Langkah ini sekaligus menjadi bukti kuatnya kolaborasi antar madrasah di Kabupaten Kuningan.
MAN 1 Kuningan membuka fasilitas ruang ujian serta mendukung kebutuhan teknis pelaksanaan TKA. Sinergi ini menunjukkan bahwa dunia pendidikan dapat terus berjalan meski dihadapkan pada tantangan sarana dan prasarana.
Plt Kepala MTsN 7 Kuningan, Kosasih, menegaskan bahwa semangat belajar siswa tidak boleh terhenti hanya karena kondisi bangunan sedang direnovasi. “Kami tidak bisa menghentikan TKA hanya karena bangunan sedang direhab. Berkat kerja sama dengan MAN 1 Kuningan dan arahan Pak Atep Baharudin, anak-anak tetap bisa ujian dengan layak. Ini wujud nyata bahwa madrasah bersaudara,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kaur TU MTsN 7 Kuningan, Misnah. Ia mengaku bangga melihat antusiasme para siswa selama mengikuti ujian di lokasi baru. “Anak-anak justru terlihat bersemangat. Mereka berangkat lebih pagi, beradaptasi dengan lingkungan baru, dan mengerjakan soal dengan fokus. Tidak ada keluhan berarti. Semangat belajar mereka tidak pudar hanya karena tempatnya berbeda,” ungkapnya.
Selama dua hari pelaksanaan, TKA berjalan tertib, lancar, dan kondusif. Para siswa mengikuti seluruh sesi dengan percaya diri. Lebih dari sekadar ujian, momen ini menjadi pelajaran berharga tentang gotong royong, solidaritas, dan semangat juang dalam dunia pendidikan.
Kontributor: Intan Darmayanti


