- MTSN 7 KUNINGAN BERI PENDAMPINGAN MAKSIMAL PADA PROSES SPMB 2026
- MTSN 7 KUNINGAN CETAK 27 PRAMUKA GARUDA PADA GEBYAR PRAMUKA KUNINGAN 2026
- BANGGAKAN MADRASAH, SEMBILAN SISWA MTSN 7 KUNINGAN LOLOS KE SEKOLAH MANUSIA UNGGUL
- SISWI MTSN 7 KUNINGAN IKUTI OUTING CLASS LITERASI BUDAYA DAN EDUKASI PEREMPUAN DI BEEK
- MTSN 7 KUNINGAN TETAPKAN EMPAT WAKAMAD PERIODE 2026–2028 MELALUI PEMILIHAN DEMOKRATIS
- MTSN 7 KUNINGAN BERIKAN APRESIASI KEPADA SISWA BERPRESTASI JELANG PEMBAGIAN RAPOR
- MTSN 7 KUNINGAN GELAR SERAH TERIMA JABATAN DAN PENYEMATAN ANGGOTA BARU PMR MADYA
- PENGURUS PERPUSTAKAAN MTSN 7 KUNINGAN KUNJUNGI PERPUSDA UNTUK PERKUAT BUDAYA LITERASI
- SISWA MTSN 7 KUNINGAN BELAJAR PROSES MAKAN BERGIZI GRATIS MELALUI OUTING CLASS DI SPPG DAPOER CIREMA
- 27 SISWA MTSN 7 KUNINGAN BERJUANG RAIH PREDIKAT PRAMUKA GARUDA
SISWA MTSN 7 KUNINGAN BELAJAR LANGSUNG EKOSISTEM HUTAN DI LEMBAH CILENGKRANG

Jalaksana (KEMENAG) Sebanyak lebih dari 150 siswa kelas VII dan VIII MTsN 7 Kuningan mengikuti kegiatan Outing Class mata pelajaran IPA dan IPS bertema “Eksplorasi Keanekaragaman Hayati Ekosistem Hutan” di Lembah Cilengkrang pada Kamis (14/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung di lapangan melalui pengamatan berbagai komponen ekosistem hutan, sekaligus mengenalkan interaksi masyarakat dengan lingkungan dan potensi ekonomi berbasis ekowisata.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil yang didampingi guru pendamping. Mereka melakukan observasi terhadap berbagai jenis tumbuhan, serangga, serta kondisi lingkungan di kawasan hutan.
Plt. Kepala MTsN 7 Kuningan, Kosasih, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. “Melalui outing class ini, siswa mendapatkan pengalaman nyata yang tidak bisa diperoleh hanya dari buku teks. Mereka belajar langsung tentang ekosistem hutan dan hubungan manusia dengan lingkungan,” ujarnya.
Ketua pelaksana kegiatan sekaligus guru IPA, Ernih Chomsaputra, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi pembelajaran kontekstual dalam Kurikulum Merdeka. “Siswa diajak mengamati, mengklasifikasikan, dan membuat laporan sederhana tentang hasil temuan mereka di lapangan,” tuturnya.
Salah satu peserta, Alvin Mahesa Putra, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. “Belajarnya jadi lebih seru karena langsung di alam. Saya jadi lebih paham pentingnya hutan untuk kehidupan,” katanya.
Kegiatan berlangsung dari pagi hingga siang hari dengan tetap memperhatikan protokol keselamatan dan kesehatan. Seluruh peserta kembali ke madrasah dengan membawa pengalaman belajar yang akan ditindaklanjuti melalui laporan observasi dan presentasi di kelas.
Kontributor: Intan Darmayanti



