- MTSN 7 KUNINGAN DAN AL MULTAZAM EVALUASI PROGRAM TAHFIDZ MELALUI FGD
- MTSN 7 KUNINGAN DAN PONPES PHIN NUUR AL-MADANY EVALUASI PROGRAM TAHSIN MELALUI FGD
- MTSN 7 KUNINGAN GELAR LOMBA HUT RI KE-81, SISWA DAN GURU ADU KETANGKASAN
- MTSN 7 KUNINGAN RAIH JUARA 2 RAMPAK PADA KUNINGAN MENARI 2026
- PRAMUKA MTSN 7 KUNINGAN RAIH 15 PIALA DAN DUA GELAR JUARA UMUM DI SCORPION VI 2026
- DUA SISWA MTSN 7 KUNINGAN RAIH JUARA MHQ TINGKAT SMP/MTS
- MTSN 7 KUNINGAN PERINGATI HARI PRAMUKA KE-65
- DUA SISWA MTSN 7 KUNINGAN IKUT JAMNAS XII, WAKILI KONTINGEN KABUPATEN
- PMR MTSN 7 KUNINGAN UKIR PRESTASI GANDA PADA KOMPETISI KEPALANGMERAHAN WILAYAH III CIREBON
- LUAR BIASA! PRAMUKA MTSN 7 KUNINGAN DOMINASI KSA 2026 DENGAN RAIHAN JUARA UMUM
SISWA MTSN 7 KUNINGAN BELAJAR LANGSUNG EKOSISTEM HUTAN DI LEMBAH CILENGKRANG

Jalaksana (KEMENAG) Sebanyak lebih dari 150 siswa kelas VII dan VIII MTsN 7 Kuningan mengikuti kegiatan Outing Class mata pelajaran IPA dan IPS bertema “Eksplorasi Keanekaragaman Hayati Ekosistem Hutan” di Lembah Cilengkrang pada Kamis (14/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung di lapangan melalui pengamatan berbagai komponen ekosistem hutan, sekaligus mengenalkan interaksi masyarakat dengan lingkungan dan potensi ekonomi berbasis ekowisata.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil yang didampingi guru pendamping. Mereka melakukan observasi terhadap berbagai jenis tumbuhan, serangga, serta kondisi lingkungan di kawasan hutan.
Plt. Kepala MTsN 7 Kuningan, Kosasih, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. “Melalui outing class ini, siswa mendapatkan pengalaman nyata yang tidak bisa diperoleh hanya dari buku teks. Mereka belajar langsung tentang ekosistem hutan dan hubungan manusia dengan lingkungan,” ujarnya.
Ketua pelaksana kegiatan sekaligus guru IPA, Ernih Chomsaputra, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi pembelajaran kontekstual dalam Kurikulum Merdeka. “Siswa diajak mengamati, mengklasifikasikan, dan membuat laporan sederhana tentang hasil temuan mereka di lapangan,” tuturnya.
Salah satu peserta, Alvin Mahesa Putra, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. “Belajarnya jadi lebih seru karena langsung di alam. Saya jadi lebih paham pentingnya hutan untuk kehidupan,” katanya.
Kegiatan berlangsung dari pagi hingga siang hari dengan tetap memperhatikan protokol keselamatan dan kesehatan. Seluruh peserta kembali ke madrasah dengan membawa pengalaman belajar yang akan ditindaklanjuti melalui laporan observasi dan presentasi di kelas.
Kontributor: Intan Darmayanti


